News
Cara Mengenali Tautan Phishing Sebelum Diklik
Published 27 October 2026
Serangan phishing umumnya dimulai dari satu tautan yang tampak meyakinkan. Pelaku menyamar sebagai lembaga resmi, penyedia layanan, atau rekan kerja untuk mendorong korban mengklik tautan dan menyerahkan data pribadi. Karena itu, kebiasaan memeriksa tautan sebelum mengklik menjadi pertahanan pertama yang paling sederhana.
Langkah awal adalah memperhatikan alamat pengirim dan konteks pesan. Waspadai pesan yang mendesak, mengancam akun akan diblokir, atau meminta tindakan segera. Periksa apakah alamat pengirim benar-benar sesuai dengan institusi yang diklaim. Pesan yang meminta kata sandi, kode verifikasi, atau data rekening melalui tautan patut dicurigai.
Selanjutnya, periksa tautan tanpa mengkliknya. Arahkan kursor ke tautan untuk melihat alamat sebenarnya, atau tekan lama pada tautan di ponsel. Cocokkan alamat tersebut dengan situs resmi yang biasa digunakan. Waspadai alamat yang menyerupai nama resmi tetapi memiliki ejaan berbeda, tambahan kata, atau susunan yang tidak lazim.
Perhatikan juga keamanan koneksi dan tampilan halaman. Situs resmi umumnya menggunakan koneksi terenkripsi, tetapi ikon gembok bukan jaminan bahwa situs tersebut tepercaya. Jika halaman meminta data sensitif padahal tidak lazim, atau tampilannya berbeda dari biasanya, sebaiknya hentikan proses dan tutup halaman.
Apabila ragu, jangan mengklik tautan dari pesan. Buka situs atau aplikasi resmi secara langsung melalui alamat yang sudah dikenal, lalu periksa apakah benar ada pemberitahuan atau permintaan tersebut. Langkah ini memutus rantai serangan tanpa perlu menilai isi pesan secara mendalam.
Jika tautan terlanjur diklik dan data sudah dimasukkan, segera ubah kata sandi akun terkait, aktifkan verifikasi dua langkah, dan hubungi penyedia layanan resmi. Laporkan pesan mencurigakan kepada pihak yang berwenang agar tidak menimpa korban lain. Kewaspadaan yang konsisten lebih efektif daripada sekadar mengenali satu jenis tautan.
