News
CISSReC: Ancaman Siber 2026 Makin Kompleks karena AI
Published 2 January 2026

CISSReC memproyeksikan lanskap ancaman siber pada 2026 menjadi lebih kompleks dan agresif, seiring meluasnya pemanfaatan kecerdasan buatan oleh pelaku kejahatan siber.
Chairman CISSReC Pratama Persadha menjelaskan bahwa AI dipakai untuk mengotomatisasi pengintaian, menyusun rantai eksploitasi, memproduksi phishing yang meyakinkan dalam jumlah besar, hingga meniru suara dan wajah eksekutif perusahaan.
“Social engineering akan hampir tidak bisa dibedakan dari komunikasi yang sah. CISA telah memperingatkan bahwa social engineering berbasis AI akan menjadi salah satu risiko utama mereka,” ujarnya dalam keterangan yang diterima media.
Selain itu, laju insiden diperkirakan meningkat karena aktor ransomware memakai AI untuk memindai internet tanpa henti, merangkai kerentanan, dan melancarkan serangan dengan campur tangan manusia yang minimal. CISSReC juga menyoroti pergeseran di ranah kriptografi, ketika organisasi mulai menyiapkan langkah menuju kriptografi pascakuantum.



