Berita
Panduan Mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah di WhatsApp dengan Benar
Diterbitkan 8 November 2026
Verifikasi dua langkah merupakan lapisan pengaman tambahan yang penting untuk akun WhatsApp. Fitur ini memastikan bahwa ketika seseorang mencoba memverifikasi nomor telepon pada perangkat lain, ia tetap memerlukan kode khusus yang hanya diketahui pemilik akun. Tanpa kode tersebut, upaya memindahkan akun ke perangkat lain tidak dapat diselesaikan, sehingga risiko pengambilalihan akun dapat ditekan.
Untuk mengaktifkannya, buka aplikasi WhatsApp lalu masuk ke menu Pengaturan. Pilih menu Akun, kemudian ketuk Verifikasi Dua Langkah. Pada layar berikutnya, ketuk Aktifkan dan masukkan kode pengaman berupa deretan angka yang mudah diingat namun tidak mudah ditebak orang lain. Kode ini akan diminta secara berkala dan setiap kali nomor hendak diverifikasi pada perangkat baru, sehingga penting untuk menyimpannya dengan aman.
Setelah kode pengaman dibuat, aplikasi akan meminta alamat surel sebagai cadangan. Alamat surel ini berguna untuk memulihkan akses apabila pemilik akun lupa kode pengaman. Sebaiknya gunakan alamat surel yang aktif dan hanya dapat diakses oleh pemilik akun. Setelah surel dimasukkan dan dikonfirmasi, verifikasi dua langkah akan aktif dan statusnya dapat dilihat kembali pada menu yang sama.
Beberapa hal perlu diperhatikan agar perlindungan berjalan efektif. Jangan membagikan kode pengaman kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan. Simpan kode di tempat yang aman dan terpisah dari perangkat. Apabila kode pengaman terlupa, proses pemulihan dapat dilakukan melalui alamat surel cadangan; bila surel juga tidak dapat diakses, pemulihan akan memerlukan tenggang waktu tertentu sebelum akun dapat diverifikasi ulang.
Verifikasi dua langkah sebaiknya dipandang sebagai kebiasaan dasar dalam menjaga akun perpesanan, bukan sekadar fitur tambahan. Mengaktifkannya tidak menghilangkan kebutuhan untuk berhati-hati terhadap tautan mencurigakan dan permintaan kode dari pihak tak dikenal. Dengan pengaturan yang benar dan kewaspadaan yang konsisten, risiko penyalahgunaan akun dapat diminimalkan.
